Sekitar dua ribu warga sipil yang ketakutan kembali membanjiri perbatasan Turki. Jumlah tersebut menambah panjang daftar pengungsi Suriah, mayoritas merupakan warga Kurdi, yang masuk ke Turki. Sejauh ini tercatat setidaknya ada 160 ribu pengungsi Suriah yang masuk ke Turki dalam beberapa pekan terakhir.
Perwakilan pemerintah Kurdi di Amerika Serikat, Karwan Zebari menyebut, akan sangat berbahaya bila ISIS berhasil mengambil alih seluruh kota.
"Bila ini berlanjut, bila tidak ada bantuan internasional, bantuan militer yang riba untuk penduduk Kobane dan pejuang Kurdi yang berjuang di Kobanea, maka wilayah akan jatuh ke tangan ISIS," jelasnya dikutip
BBC.
Ia mendesak Turki untuk ikut ambil bagian membantu penduduk Kobane.
"Saya pikir kepentingan dan keamanan nasional Turki dipertaruhkan di sini juga. Penting bagi Turki untuk maju dan membantu pejuang Kurdi dalam momentum untuk memukul mudur ISIS," sambungnya.
Sementara itu seorang politisi Kurdi Asya Abdullah yang berada di Kobane menyebut bahwa pertempuran masih berlangsung di wilayahnya.
"Ada pertempuran di jalan-jalan Kobane sekarang Masih ada ribuan warga sipil di kota dan ISIS menggunakan senjata berat. Jika mereka tidak dihentikan sekarang maka akan menjadi pembantaian besar," kata Abdullah.
"Mereka telah mengepung kami hampir dari setiap sisi dengan tank mereka. Mereka telah menembaki kota dengan senjata berat. Pejuang Kurdi bertahan sebisa mungkin dengan senjata yang mereka miliki, ujarnya.
ISIS diketahui mulai bergerak ke Kobane sejak 16 September lalu dan menduduki sejumlah desa serta kota perbatasan.
[mel]
BERITA TERKAIT: