Brand asal Stockholm, Swedia itu diketahui merilis koleksi terbaru Autumn/Winter pada bulan ini. Salah satu di antara koleksi terbarunya adalah pakain dengan model khaki jumpsuit berwarna hijau zaitun. Dalam publikasi video dan foto, pakaian seharga 14,99 poundsterling itu dipadukan dengan sebatu boot dan sabuk di bagian pinggang.
Namun pakaian tersebut diprotes oleh sejumlah warga Kurdi melalui sosial media yang menilai pakaian itu memiliki kemiripan dengan seragam Kurdish People's Protection Units (YPG) yang ikut ambil bagian dalam mempertahankan kota strategis Kobani di wilayah perbatasan Suriah-Turki dari kelompok militan ISIS.
Menyusul protes, pihak H&M meminta maaf dan menyebut bahwa kesamaan yang muncul hanyalah suatu kebetulan.
"Kami sangat minta maaf bila kami menginggung siapapun dengan hal ini," kata pejabat pers global H&M Ida Ståhlnacke dalam sebuah pernyataan.
Ia menyebut, pakaian tersebut merupakan salah satu bentuk tren dan mode terbaru yang dirangkum dari permintaan para pelanggan.
"Musim lalu kita melihat adanya peningkatan permintaan pada jumpsuit dan oleh karena itu saat ini kami menawarkan jumpsuit dalam berbagai warna dan bahan seperti denim biru dan merah tua," jelasnya.
"Jumpsuit dibuat dengan bahan yang ringan dan nyaman serta merupakan bagian dari koleksi yang di antaranya adalah pakaian khaki jumpsuit hijau yang juga merupakan salah satu warna trendi musim ini," sambungnya dikutip
Daily Mail (6/10).
[mel]
BERITA TERKAIT: