Perdana Menteri kanda Stephen Harper menyebut, keterlibatan Kanda dalam serangan ke Irak akan dilakukan hingga jangka waktu enam bulan. Ia memastikan yang akan dilakukan adalah serangan udara dan tidak akan ada pertempuran darat.
"Kami akan menyerang ISIS dan hanya di mana Kanada medapat dukungan yang jelas dari pemerintahan negara itu. Saat ini, yang jelas hanyalah di Irak," tegasnya pada Jumat (3/10).
Rencana serangan udara Kanada itu akan melibatkan enam pesawat tempur CF-18, sebuah pesawat pengisi bahan bakar tanker, dua pesawat pengawas, dan satu pesawat airlift. Selain itu, ada sekitar 600 penerbang Kanada yang akan terlibat dalam serangan.
Dengan demikian, Kanada adalah negara kesekian yang akan bergabung dengan koalisi internasional yang dipimpin Amerika Serikat untuk melawan kelompok ISIS.
Associated Press mengabarkan, kendati tidak memerlukan persetujuan parlemen, namun pemerintah menyerahkan draft rencana itu untuk dilakukan pemungutan suara demi menunjukkan konsensus pada Senin pekan depan. Diperkirakan rancangan itu akan diloloskan parlemen mengingat partai pendukung Harper, Partai Konservatif memiliki suara mayoritas di parlemen.
[mel]
BERITA TERKAIT: