Pria berusia 26 tahun itu muncul pada akhir video eksekusi Henning yang beredar pada Jumat (3/10). Militan ISIS yang berpakaian seba hitam usai mengeksekusi Henning menyebut, ISIS akan tetap menyerang warga Amerika Serikat selama negeri paman sam terus melakukan serangan yang menargetkan ISIS di Irak dan Suriah.
Beberapa jam setelah video tersebut muncul secara online, keluarga Kissig merilis pernyataan yang menyebutkan bahwa mereka ikut berduka pada keluarga Henning. Keluarga juga meminta seluruh dunia untuk berdoa bagi keluarga Henning dan menuntut pembebasan Kassig dan orang-orang lainnya yang ditahan di Timur Tengah.
Pewakilan keluarga Kissig, dikabarkan
ABC News, menjelaskan, Kassig adalah veteran tentara yang ikut terlibat dalam Perang Irak sebelum akhirnya mundur secara terhormat akibat alasan medis pada tahun 2007 lalu.
Kissig kemudian menjadi teknisi medis darurat dan relawan untuk memberikan bantuan medis di rumah sakit perbatasan di Lebanon pada tahun 2012. Ia membantu menangani pengungsi Palestina dan Suriah.
Pada tahun yang sama, Kissig juga membangun LSM bernama Special Emergency Response and Assistance (SERA) tiba-tiba memindahkan basis operasinya ke Turki. ia dikabarkan menyalurkan bantuan pasokan makanan dan medis ke kamp-kamp pengungsi perbatasan Suriah. Ia juga memberikan bantuan pemulihan trauma pada anak-anak.
Namun pada tahun 2013, ia diculik di tengah perjalanan menuju kota bagian timur Suriah untuk melakukan tugas SERA. Keluarga tidak mengabarkan hal itu kepada media dengan harapan agar Kissig dapat bebas dengan segera.
Sejauh ini, setidaknya ada empat orang warga negara asing yang dibunuh ISIS dalam video yang dirilis secara online dengan konsep yang sama. Mereka adalah jurnalis Amerika Seikat James Foley dan Steven Sotloff, serta pekerja bantuan asal Inggris David Haines dan Alan Henning.
Dalam setiap videonya, militan ISIS selalu menyampaikan pesan agar Amerika Serikat dan negara-negara lainnya menghentikan operasi penyerangan yang dilakukan di wilayah Irak dan Suriah demi meredam aksi ISIS.
[mel]
BERITA TERKAIT: