"Situasi di area bandara Donetsk masih sulit," kata juru bicara militer Ukraina Vladyslav Seleznyov.
"Militan (pemberontak) menggunakan bom asap sebagai penutup untuk kemudian masuk ke lantai dasar terminal lama," sambungnya sembari menegaskan bahwa pasukannya berhasil memukul mundur para militan yang sempat menduduki sebagian bandara.
Sementara itu pemimpin kelompok separatis yang menyebut dirinya Donetsk People's Republic mengklaim telah berhasil menduduki seluruh bandara.
Sejumlah saksi mata, menurut kabar
BBC (Jumat, 3/10), ada sejumlah pasukan pemberontak yang tewas dalam kejadian tersebut.
Koreponden
Associated Press melihat ada tiga tank milik pasukan pemberontak yang melepaskan tembakan ke terminal utama.
Sementara itu dari Amerika Serikat, Menteri Luar negeri John Kerry pada hari yang sama menelepon Menteri Luar negeri Rusia Sergei Lavrov untuk menunjukan keprihatinan atas kekerasan yang kembali meningkat di wilayah timur Ukraina.
"Rusia harus gunakan pengaruhnya dengan separatis dan mengakhiri serangan ini dengan segera,' kata juru bicara Kementerian Luar negeri Amerika Serikat Jen Psaki.
[mel]
BERITA TERKAIT: