Tak hanya perang senjata, Ukraina bahkan enggan menjadikan bahasa Rusia sebagai bahasa kedua yang diajarkan di sekolah.
Presiden Ukraina, Petro Poroshenko, (Jumat, 3/10) menyarankan bahasa Inggris sebagai pengganti bahasa Rusia. Langkah tersebut menurut Poroshenko bertujuan untuk meningkatkan standar hidup negara.
"Inggris harus menjadi bahasa kedua yang diajarkan di sekolah. Ada hubungan antara standar hidup rakyat dan tingkat pengetahuan mereka tentang bahasa Inggris, " kata Poroshenko, seperti dikutip
AFP.
"Semakin banyak orang Ukraina berbahasa Inggris, maka Ukraina akan menjadi lebih baik," tandasnya
.[wid]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: