Pria bernama Michael Dunn itu terbukti membunuh dengan melepaskan 10 kali tembakan ke sebuah mobil yang menyebabkan remaja berusia 17 tahun, Jordan Davis tewas.
Insiden yang terjadi pada tanggal 23 November 2012 malam lalu itu bemula ketika Dunn dan tunangannya memarkirkan mobil di stasiun pengisian bahan bakar di Jacksonville, Florida usai menghadiri pernikahan anak laki-lakinya. Tak berapa lama berselang, Davis beserta tiga remaja pria lainnya yang keseluruhan adalah keturunan Afrika-Amerika juga memarkirkan mobil di lokasi yang sama, berdekatan dengan mobil Dunn usai mengunjungi sebuah mall.
Menurut kesaksian Dunn yang berprofesi sebagai pengembang software, pada saat itu mobil yang dinaiki Davis dan rekan-rekannya memutar musik yang sangat keras sehingga membuat telinganya sakit.
Ia pun kemudian meminta para remaja pria itu mengecilkan volume suara musik dengan sopan. Para remaja itu kemudian menuruti permintaan Dunn. Namun Davis yang pada saat itu duduk di bangku belakang mobil menyuruh temannya di bangku depan untuk meningkatkan lagi volume suara musiknya.
Kata Dunn, pada saat itu Davis juga mengeluarkan kata-kata kasar dan menyebutnya "cracker" yang merupakan benuk penghinaan bagi orang kulit putih. Para remaja di mobil itu juga, kata Dunn, mengeluarkan ekspresi mengancam.
Dunn juga menyebut bahwa ia hendak menenangkan situasi, namun ia melihat Davis menarik sesuatu yang tampak seperti senapan laras. Dunn pun segera merogoh pistol miliknya dan menembaki mobil tersebut hingga menewaskan Davis.
Namun dalam penyelidikan, seperti dikabarkan
BBC, Dunn terbukti bersalah dan klaimnya tidak terbukti karena di dalam mobil yang dinaiki Davis tidak ditemukannya senjata seperti yang disebutnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: