Pernyataan ini mengemuka setelah Wakil Perdana Menteri Spanyol, Soraya Saenz de Santamaria, mengancam bahwa tidak ada yang bisa berada di luar kehendak pemerintah negeri matador itu.
"Catalonia ingin mengekspresikan dirinya sendiri. Ingin didengar dan ingin memilih," kata Artur Mas setelah ia menandatangani dekrit mengenai referendum dalam sebuah upacara di Istana Generalitat di Barcelona seperti dikutip
AFP (Minggu, 28/9).
De Santamaria juga segera membalas pernyataan Artur Mas dalam konferensi persnya di Madrid bahwa referendum tersebut tidak bisa terjadi karena inkonstitusional.
"Kami sangat menyesal dengan perubahan presiden (tuntutan referendum). Kami menganggap itu sebagai kesalahan. Itu hanya akan menyebabkan masyarakat Catalan terpecah belah," ujar De Santamaria.
Catalan adalah wilayah yang memiliki ekonomi terkaya di Spanyol, meskipun pernah mengalami penderitaan akibat krisis keuangan global 2008-2012.
Diduga, tuntutan referendum terjadi karena sejumlah kebijakan pemerintah Spanyol yang dinilai tidak adil terhadap wilayah tersebut.
[wid]
BERITA TERKAIT: