Menurut keterangan yang disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Perancis Laurent Fabius, Gourdel yang diculik pada Minggu (21/9) itu muncul dalam sebuah video bersama dengan dua orang pria bersenjata yang menutupi wajahnya dengan masker hitam. Mereka mengancam Perancis untuk tidak terlibat dengan serangan yang tengah dilakukan oleh Amerika Serikat kepada militan ISIS di Irak.
"Kami mengkonfirmasi keaslian video yang menunjukan tahanan Perancis Herve Gourdel yang diculik di Algeria di wilayah Tizi Ozou pada Minggu" kata Fabius melalui pernyataan.
Fabius sendiri menyebut bahwa Perancis akan melakukan segala upaya yang memungkinkan untuk membebaskan Gourdel. Namun ia tidak menyangkal bahwa situasi yang ada saat ini sangatlah kritis.
"Ancaman yang dibuat oleh kelompok teroris sekali lagi menunjukkan kekejaman ekstrim ISIS dan mereka yang menyebut berafiliasi dengannya," sambung Fabius.
Namun ia menekankan, bagaimanapun kelompok teroris itu tidak akan mengubah sikap Perancis.
Dalam video tersebut, militan yang menyebut diri mereka berasal dari kelompok Jund al-Khilifa itu mengaku berafiliasi dengan ISIS. Mereka menyebut bahwa penculikan yang mereka lakukan adalah bentuk tindak lanjut dari seruan ISIS untuk melakukan serangan kepada warga asing yang berasal dari negara-negara yang mengambil bagian dari serangan terhadap ISIS di Irak.
Militan tersebut mengancam akan membunuh Gourdel kecuali Perancis mengakhiri operasi militernya.
"Kelompok bersenjata ini meminta saya untuk meminta padamu (Presiden Perancis Francois Hollande) untuk tidak ikut intervensi di Irak," kata Gourdel dalam video tersebut dikutip
BBC.
Gourdel yang merupakan pemandu gunung dan fotografer itu datang ke Algeria sebagai turis.
[mel]
BERITA TERKAIT: