Juru bicara Pentagon John Kirby pada Senin (22/9) menegaskan, dalam melakukan serangan itu pihaknya mengerahkan jet-jet tempur serta misil-misil Tomahawk.
Kirby juga mengkonfirmasi bahwa serangan tersebut dilakukan dengan melibatkan pasukan militer Amerika Serikat serta pasukan dari negara koalisi. Namun ia tidak lebih jauh merinci soal negara mana saja yang terlibat.
"Karena operasi ini masih berlangsung kami tidak berada dalam posisi untuk menyediakan rincian tambahan saat ini," katanya dalam sebuah pernyataan.
Namun ia memastikan bahwa serangan dilakukan untuk menargetkan kemampuan komando serta kontrol ISIS.
Menurut seorang pejabat senior Amerika Serikat yang dikutip
CNN, rudal Tomahawk pertama kali diluncurkan melalui wilayah laut yang kemudian diikuti oleh serangan jet yang menjatuhkan bom dan serangan. Tujuan dari langkah pertama yang diambil itu adalah untuk mengawali pukulan definitif, ia menggambarkan serangan akan dilanjutkan lebih intensif.
Sebagian besar titik yang menjadi target serangan adalah bangunan.
Serangan terbaru yang dilancarkan itu merupakan bagian dari rencana Presiden Amerika Serikat Barack Obama yang berjanji untuk menghancurkan ISIS yang telah menduduki sebagian wilayah Irak dan Suriah.
Sebelumnya Amerika Serikat hanya melakukan serangan udara ke wilayah Irak. Sejak Agustus lalu Amerika Serikat tercatat telah meluncurkan setidaknya 190 serangan udara ke wilayah Irak. Namun setelah menjalin koalisi internasional dengan menggandeng sejumlah negara, Amerika Serikat memperluas serangan ke wilayah Suriah.
[mel]
BERITA TERKAIT: