Begitu dikabarkan
Reuters pada Minggu (21/9) merujuk pada seorang sumber yang disebut merupakan seorang pejabat senior Iran tanpa disebutkan namanya.
Sumber itu menggarisbawahi betapa sulitnya negara-negara Barat untuk menempatkan negosiasi nuklir terpisah dengan konflik regional lainnya yang terjadi.
Iran sendiri memiliki pengaruh yang cukup signifikan dalam perang sipil Suriah dan juga pemerintahan Irak. Hal itu jelas dapat membantu memerangi kelompok militan ISIS yang tengah bergerilya di dua negara itu dengan dalih mendirikan kekhalifahan.
"Iran merupakan negara yang sangat berpengaruh di regional dan bisa membantu melawan teroris ISIS, tapi melalui dua jalur. Anda memberika sesuatu, anda mendapatkan sesuatu (timbal balik)," kata sumber tersebut.
"ISIS mengancam keamanan dunia, bukan hanya program (nuklir) kita yang merupakan program damai," sambungnya.
Diketahui pada Minggu (22/9), Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry menggelar pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif di New York selama sekitar satu jam. Pertemuan itu dikabarkan fokus pada pembahasan soal perlunya membuat kemajuan doal pembicaraan nuklir yang akan digelar pekan ini serta membahas soal ancaman ISIS.
Pejabat kedua belah pihak tidak memberikan rincian soal diskusi Kerry dan Zarif.
Iran Sendiri akan menggelar negosiasi dengan enam kekuatan dunia yakni Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Jerman, Rusia, dan Tiongkok di New York pada Jumat pekan ini.
[mel]
BERITA TERKAIT: