Namun dia mengatakan, AS memiliki "kemampuan khusus" untuk menghadapi ISIS, termasuk dalam memberi dukungan udara bagi para pejuang Irak dan Kurdi yang bertempur di daratan.
Hal itu diutarakan Obama usai bertemu para pejabat militernya di MacDill Air Force Base, di Tampa, Florida, Rabu (17/9) waktu setempat.
Jaminan itu diutarakannya sehari setelah para jenderal AS menyarankan pengerahan pasukan darat melawan ISIS jika serangan udara gagal.
Sebelumnya, Kepala Staf Militer Gabungan AS, Jenderal Martin Dempsey, mengungkapkan harapannya mendapat rekomendasi agar militer AS bisa bertindak lebih jauh untuk menggempur basis pertahanan pejuang ISIS di Mosul, Irak utara. Maksudnya adalah misi tempur dalam jarak dekat.
AS telah melakukan 162 serangan udara terhadap ISIS di Irak sejak pertengahan Agustus. Tapi strategi baru Obama memungkinkan serangan serupa di Suriah, dan menyerukan koalisi 40 negara untuk menghadapi kelompok militan.
Berdasar perkiraan lembaga intelijen AS (CIA), kelompok jihad ISIS mengontrol daerah yang luas dari Suriah dan Irak utara dengan 20.000 dan 31.000 pejuang di Irak dan Suriah.
[ald]
BERITA TERKAIT: