Ini Langkah Terbaru AS Bantu Penanganan Ebola di Liberia

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Rabu, 17 September 2014, 14:01 WIB
Ini Langkah Terbaru AS Bantu Penanganan Ebola di Liberia
barack obama/net
rmol news logo Amerika Serikat akan kirimkan pasukannya, material untuk membangun fasilitas medis, tambahan staf medis, peralatan kesehatan, serta obat-obatan yang diperlukan untuk membantu menangani penyebaran wabah Ebola yang kian merebak di kawasan Afrika Barat.

Begitu kata Presiden Amerika Serikat Barack Obama usai menggelar pertemuan dengan staf di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di Atlanta pada Selasa (16/9). Pertemuan itu digelar untuk merumuskan lebih lanjut soal respon Amerika Serikat atas penyebaran Ebola yang belum juga surut di Afrika Barat, terutama di Liberia.

"Pria, wanita, dan anak-anak hanya duduk, menunggu untuk mati saat ini," kata Obama menggambarkan soal buruknya penanganan Ebola di Afrika Barat.

"Dunia tahu bagaimana cara melawan penyakit. Ini bukan misteri. Kita tahu ilmu pengetahuan. Kita tahu bagaiamana mencegahnya untuk menyebar. Kita tahu bagaimana merawat pasien yang terkenanya. Kita tahu bila kita mengambil langkah yang tepat, maka kita bisa menyelamatkan hidup. Tapi kita harus bertindak cepat," sambung Obama.

Sebagai tindak lanjut keputusannya itu, Obama menyebut, CDC saat ini telah mengirimkan ratusan staf medis profesional ke Afrika Barat untuk membantu menangani Ebola. Selain itu komandan militer AS untuk Afrika, Mayor Jenderal Darryl Williams juga telah dikirim ke Liberia untuk melakukan koordinasi soal upaya militer menangani logistik demi membantu pembangunan fasilitas medis tambahan di negara itu.

Upaya yang disebut dengan Operation United Assistance itu akan membangun tambahan fasilitas medis yang akan menyediakan 1.700 tempat tidur tambahan bagi pasien Ebola dengan melibatkan tiga ribu pasukan Amerika Serikat.

Bukan hanya itu, Amerika Serikat juga akan membangun fasilitas pelatihan baru untuk mempersiapkan ribuan pekerja kesehatan tambahan agar mampu membantu menangani pasien. Di tempat pelatihan itu, Amerika Serikat akan melatih sekitar 500 pekerja kesehatan baru setiap minggunya untuk mengidentifikasi dan merawat pasien yang terkena Ebola.

Selain itu, USID juga akan memberikan 400 ribu alat perawatan ataupun perlindungan dengan sanitasi semisal sarung tangan bagi keluarga korban Ebola demi melindungi diri dari penularan Ebola.

Obama juga menyebut, ia akan meminta Kongres menyetujui tambahan bantuan dana yang diajukan pemerintahnya untuk menghentikna penyebaran Ebola.

Kata Obama, dengan penyebaran wabah ini, dunia menunggu Amerika Serikat untuk memimpin upaya internasional dalam melawan virus. Karena itu, tegasnya, Amerika Serikat siap mengampil peran kepemimpinan itu.

"Bila wabah tidak dihentikan saat ini, kita akan melihat ratusan bahkan ribuan orang lainnya terinfeksi dan memberikan dampak mendalam bagi sektor politik, ekonomi, ataupun keamanan," sambungnya dkutip CNN.

Liberia diketahui merupakan negara terparah yang terkena dampak penyebaran Ebola disamping Sierra Leone dan Guinea. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA