"Ketika sejumlah rekan kita, bila boleh kita sebut begitu, mengetes kekuatan Rusia melalui sejumlah sanksi dan seluruh jenis ancaman, penting bagi kita untuk tidak menyerah pada godaan yang disebut dengan solusi mudah dan melestarikan pengembangan proses demokrasi di masyarakat kita, negara kita," kata Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev di hadapan partai pemerintah yang disiarkan melalui saluran televisi hari ini (Senin, 15/9).
Reuters mengabarkan, Uni Eropa dan Amerika Serikat memberlakukan sanksi terbaru bagi sejumlah perusahaan maupun individu Rusia sebagai bentuk protes atas keterlibatan negara itu di konflik Ukraina.
Sanksi itu bukan yang pertama kali diterapkan. Diketahui sejak konflik di Ukraina berkecamuk, negara-negara Barat memberlakukan sanksi baik berupa sanksi ekonomi, larangan perjalanan, ataupun pembekuan sanksi terhadap sejumlah tokoh dan perusahaan Rusia.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: