Menurut seorang pejabat senior Palestina kepada
Xinhua pada Jumat (12/9). Washington telah secara resmi menyampaikan penolakannya atas rencana politik itu.
Perlu diketahui, delegasi tinggi Palestina yang dikepalai oleh negosiator Saeb Erekat menyerahkan rencana perdamaian Palestina kepada Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry dua minggu lalu.
"Wahington secara resmi meberitahu Palestina bahwa pihaknya menolak rencana unilateral Palestina dan memperingatkan adanya konsekuensi yang akan timbul atas rencana itu," jelasnya.
Dalam rencana itu, Palestina menyerukan untuk mengakhiri okupasi Israel di wilayah Palestina yang telah dilakukan sejak tahun 1967 lalu untuk kemudian mendirikan negara Palestina yang merdeka dengan Jerusalem Timur sebagai ibukotanya.
Sebelum mengajukan rencana itu kepada Amerika Serikat, seorang anggota komite eksekutif di Organisasi Pembebasan Palestina Ahmed Majdalani menyebut, jika Amerika Serikat menolak rencana itu, maka Palestina akan pergi ke Dewan Keamanan PBB untuk mengajukan rencana serupa.
"Bila permintaan kami kepada Dewan Keamanan untuk mengakhiri pendudukan Israel ditolak, Palestina akan mengajak masyarakat internasional dan bergabung dengan semua lembaga-lembaga internasional," sebutnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: