Begitu hasil jajak pendapat secara online yang digelar oleh Reuters bersama dengan perusahaan penelitian Ipsos (Jumat, 12/9).
Sebanyak 64 persen dari responden menyebut, mereka mendukung kampanye memberantas ISIS tersebut. Sedangkan 21 persen di antaranya menolak, dan sisanya menyatakan tidak tahu.
Hasil jajak pendapat itu agaknya menjadi kabar baik bagi Obama yang tengah membangun dukungan dan kepercayaan dari dalam negerinya untuk melancarkan serangan pada ISIS itu sambil terus memperkuat koalisi ada negara-negara sekutu yang juga mengambil peran dalam meredam aksi brutal ISIS.
Seorang peneliti Ipsos, Julia Clark menyebut, pasca Perang darat di Irak dan Afghanistan beberapa tahun lalu, warga negara Amerika nampak cenderung lebih tertarik dengan serangan udara daripada serangan darat. Pasalnya, serangan udara memberikan resiko yang lebih rendah dan dapat menghindari jatuhnya banyak korban jiwa dari kalangan personil Amerika Serikat.
"Orang-orang melihat serangan udara sebagai pembendahan. Mereka berpikir dapat masuk dan melakukan sesuatu yang memberikan dampak negatif dan mempengaruhi bagi kelompok mengerikan ini (ISIS) dengan hanya menempatkan resiko yang sangat rendah bagi nyawa personil Amerika Serikat," jelasnya.
Namun ia menggarisbawahi, ketika para responden ditanya soal dukungannya bagi kampanye serangan udara itu bahkan bila harus berlangsung selama dua hingga tiga tahun, proporsi dukungan menurun menjadi 53 persen.
"Sama sekali tidak ada keinginan untuk terlibat dalam ranah ini dalam jangka waktu yang lama," sambungnya.
Jajak pendapat tersebut digelar setelah Obama menyampaikan pidatonya untuk meningkatkan serangan udara ke wilayah Irak demi meredam aksi ISIS pada Rabu malam lalu.
Bukan hanya itu, hasil survei juga menemukan bahwa seperempat responden mendukung bila Amerika Serikat mendanai dan mendukung intervensi multinasional demi melawan ISIS.
Survei itu sendiri melibatkan 988 responden selama tanggal 10 hingga 12 September dengan mengajukan pertanyaan soal apakah mereka mendukung serangan udara.
[mel]
BERITA TERKAIT: