Skotlandia Rentan Terorisme Bila Ngotot Lepas dari Britania Raya

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Sabtu, 06 September 2014, 08:31 WIB
Skotlandia Rentan Terorisme Bila <i>Ngotot</i> Lepas dari Britania Raya
david cameron/net
rmol news logo Skotlandia akan lebih rentan atas resiko terorisme bila tetap menggelar pemungutan suara untuk menentukan kemerdekaannya

Perdana Menteri Inggris David Cameron menyebut, Inggris melakukan yang terbaik untuk memberikan pelayanan keamanan dan intelijen yang terbaik untuk menjaga masyarakatnya tetap aman.

Ia menyebut, Skotlandia seharusnya tetap bergabung dengan Inggris agar tetap aman di tengah situasi dunia yang tidak aman dan berbahaya saat ini.

"Saya pikir salah satu dari argumen terkuat yang kita ingin lihat agar Britania Raya tetap satu adalah bahwa dunia yang saat ini berbahaya dan tidak aman dari ancaman teroris dan ancaman lainnya, bukanlah lebih baik untuk tetap bergabung dengan Britaia Raya?," kata Cameron di hari terakhir konferensi pers NATO di Wales pada Jumat (5/9).

Cameron menekankan, Inggris merupakan negara yang masuk lima besar negara dengan anggaran pertahanan tebesar di dunia.

"(Inggris) punya pelayanan keamanan dan intelijen terbaik di dunia. Inggris juga merupakan bagian dari sekutu yang benar-benar penting seperti NATO, G8, G20, Uni Eropa, dan anggota tetap Dewan Keamanan PBB," ujar Cameron dikutip Daily Mail.

"Untuk memiliki jaringan-jaringan dengan sekutu tersebut untuk menjaga kita tetap aman, lebih baik untuk memiliki hal-hal itu dari pada memisahkan diri kalian (Skolandia) dari mereka," sambungnya.

Kurang dari dua minggu lagi Skotlandia akan menggelar pemungutan suara tentang referendum baru yang berisi pertanyaan soal apakah Skotlandia akan tetap menjadi bagian dari Britania Raya atau akan memerdekakan diri. Masyarakat Skotlandia hanya perlu memberikan hak suaranya dengan menjawab "Yes" atau "No". [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA