Unjuk rasa yang dilakukan untuk menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Nawaz Sharif terjadi di luar kediaman resmi perdana menteri yang juga terletak dekat dengan gedung parlemen sejak kemarin (Sabtu, 30/8) hingga dinihari tadi (Minggu, 31/8).
Menteri Pertahanan, Khwaja Mohammad Asif mengungkapkan, para pengunjuk rasa membawa palu dan besi batangan dan merusak pagar luar gedung parlemen.
Namun, barikade polisi segera meresponnya dengan menembakkan gas air mata ke arah mereka.
"Polisi berhasil membubarkan sebagian pengunjuk rasa yang berhasil masuk ke area parkir dan taman gedung parlemen," lanjut Asif seperti diberitakan
Geo News.
Kepala RS Institute of Medical Sciences di Islamabad, Dr Javed Akram melaporkan bahwa lebih dari 300 orang, termasuk perempuan, anak-anak dan, polisi tengah berada dalam penanganan medis akibat luka yang dideritanya.
"Kebanyakan dari mereka mengalami luka akibat terkena gas air mata, pentungan, dan peluru karet," kata Akram.
Aksi unjuk rasa ini diprovokatori oleh pemimpin Partai Tehreek-e-Insaaf, yang juga mantan bintang kriket, Imran Khan, dan seorang ulama ternama Tahir-ul-Qadri. Mereka menuduh Pemilu tahun lalu curang dan menuntut pengunduran Nawaz Sharif.
[wid]
BERITA TERKAIT: