Menurut studi terbaru yang dilakukan oleh peneliti dari Harvard University dengan melihat data dari 10.711 orang dewasa yang lebih dari setengahnya merupakan wanita di Korean National Health and Nutrition Examination, ditemukan bahwa 68 persen resiko dari sindrom metabolik di kalangan wanita meningkat bila mengkonsumsi mie instan lebih dari dua kali seminggu. Namun hal serupa tidak ditemukan di kalangan pria.
Perlu diketahui, sindrom metabolik adalah sekelompok kondisi di mana ada risiko penyakit jantung dan diabetes.
"Konsumsi mie instan berkaitan dengan peningkatan prevalensi sindrom metabolik pada wanita, terlepas dari pola diet utama," kata studi yang diterbitkan dalam Journal of Nutrition pada Kamis (22/8) dan dikutip
AFP.
Dengan kata lain, kendati seorang wanita melakukan diet dengan mengurangi konsumsi beras, ikanm daging, atau makanan yang digoreng, namun bila ia tetap mengkonsumsi mie instan maka tetap menghadapi resiko gangguan kesehatan.
Namun bila konsumsi mie instan hanya sekitar dua kali sebulan, menurut studi itu, tidak mengganggu kesehatan wanita.
[mel]
BERITA TERKAIT: