Ditahan di Bali, WNA Pembunuh Ibu Kandung Mengaku Dapat Serangan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Senin, 18 Agustus 2014, 15:58 WIB
Ditahan di Bali, WNA Pembunuh Ibu Kandung Mengaku Dapat Serangan
Heather Mack dan Tommy Schafer/net
rmol news logo Remaja 19 tahun warga negara Amerika Serikat yang ditangkap kepolisian Bali karena diduga membunuh ibu kandunganya sendiri, Heather Mack ternyata diketahui tengah mengandung dua bulan. Kepada pengacaranya, Mack bahkan mengaku mendapatkan penyerangan secara fisik selama berada dalam tahanan.

Pengacara Mack, Michael Elkin dalam sebuah pernyataan menyebut kliennya mendapat serangan fisik oleh polisi dan ancaman bahwa bila ia tidak mau berbicara kepada polisi maka ia tidak akan mendapatkan makanan dan minuman.

Perlu diketahui, Mack bersama dengan kekasihnya, Tommy Schafer ditangkap polisi pada Rabu pekan lalu (13/8) setelah sehari sebelumnya membunuh ibunya sendiri, Sheila von Wiese-Mack dan menyembunyikannya dalam sebuah koper yang diletakkan di dalam bagasi taksi.

Pasca penangkapan, pasangan remaja itu menolak untuk berbicara dengan polisi tanpa pengacaranya.

"Tapi itu tidak menghambat penyelidikan kami. Kami memiliki bukti yang cukup, termasuk CCTV dan sidik jari," kata kepala kepolisian Denpasar Djoko Utomo kepada Associated Press (Senin, 18/8).

Menurut hasil otopsi, ditemukan bahwa Mack meninggal akibat sesak nafas. Hidunya juga ditemukan patah karena terkena serangan benda tumpul. Selain itu juga ditemukan tangan dan lehernya lecet.

Kepada penyidik, pasangan itu enggan memberikan penjelasan soal kasus tersebut. Mereka hanya menyebut bahwa ibunya dibunuh oleh perampok dan mereka sendiri berhasil melarikan diri.

Demi menangani kasus tersebut, agen investigasi Amerika Serikat FBI juga ikut terlibat. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US