Sambut Paus, Bintang Kpop Ini Bikin Video Khusus

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Jumat, 15 Agustus 2014, 13:31 WIB
Sambut Paus, Bintang Kpop Ini Bikin Video Khusus
kim woo-bin
rmol news logo Datangnya pemimpin gereja Katolik Roma Paus Fransiskus ke negeri ginseng mempersatukan nama-nama besar bintang Korea Selatan sebuah video musik.

Bintang Kpop seperti BoA, Rain, Kim Woo-bin, dan Noh Young-shim terlibat dalam satu produksi video yang dibuat khusus untuk merayakan kunjungan pertama Paus ke Korea Selatan dalam kurun waktu 25 tahun terakhir.

Video yang dibuat oleh sutradara kawakan, Cha Eun-taek itu diberi judul "Koinonia" yang dalam bahasa Yunani berarti persahabatan dan persekutuan Cha merupakan sutradara di balik video musik "Hangover" milik Psy dan Snoopp Dogg.

Kendati melibatkan sejumlah bintang K-pop, namun video musik itu tidak secara khusus menampilkan ornamen khas musik Korea, yakni tarian, koreografi, dan kostum tematik.

"Ketika saya menelepon semua bintang, mereka sangat senang menjadi bagian dari video musik, dan mereka yang tidak bisa datang mengaku sangat menyesal," kata aktor veteran Ahn Sung-ki, yang membantu mengatur proyek.

CNN mengabarkan, di Korea Selatan saat ini ada sekitar 10 persen atau 5.4 juta penduduk yang menganut Katolik. Di antara penganut Katolik itu adalah sejumlah bintang pop dan aktor kenamaan Korea Selatan.

Jumlah umat Katolik di Korea Selatan terus berkembang dengan adanya sekitar 100 ribu pembaptisan tiap tahunnya. Salah satu bintang Kpop ternama yang baru saja dibaptis adalah Rain pada Juli lalu.

Bintang-bintang Kpop juga tidak malu mengekspresikan keyakinan mereka. Sejumlah aktor atau penyanyi seperti Lee Chang-min dari 2AM, Taemin SHINee dan Yesung Super Junior kerap menunjukkan keterbukaan atas keyakinannya dalam Katolik, baik berupa ucapan ataupun simbol keagamaan ketika berada di atas panggung hiburan atau berada di sorotan kamera.

"Selebriti Korea menyampaikan religiusitas mereka jauh lebih terbuka daripada pandangan politik mereka. Mereka telah lebih blak-blakan dan proaktif sejak 1980-an, ketiga agama menjadi semakin sekuler di sini," kata kritikus budaya Kim Bongseok. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA