"Dewan telah membuatnya sangat jelas, siap memberlakukan konsekuensi bila mereka (pemimpin Sudan Selatan) terus menjadi perusak dan melanggar HAM," kata duta besar Amerika Serikat untuk PBB Samantha Power setelah menggelar pertemuan dengan Presiden Sudan Selatan, Salva Kiir dikutip
Al Jazeera (Rabu, 13/8).
Power bersama 14 perwakilan Dewan Keamanan PBB lainnya berada di Jub, ibukota Sudan Selatan untuk menjalankan misi penanganan masalah di negara itu selama dua hari.
"Kami tidak akan mentolerir pelanggaran terhadap penghentian permusuhan dan orang-orang yang merusak perjanjian damai," lanjut Power.
Diketahui, ribuan Sudan Selatan tewas dan sekitar 1.5 juta lainnya melarikan diri dalam kurun waktu delapan bulan terakhir akibat perang saudara dan pembantaian yang dipicu oleh perebutan kekuasaan antara Kiir dan mantan wakilnya, Machar. Perang tersebut semakin dipertegas dengan keterlibatan pasukan pemerintah dan pemberontak serta pembagian masyarakat berdasarkan suku. Masalah itu memicu terjadinya krisis pangan di Sudan Selatan
PBB menyebut, krisis pangan di negara itu merupakan yang terburuk di dunia.
[mel]
BERITA TERKAIT: