Di Myanmar, Kerry menghadiri forum keamanan regional Asia Tenggara di mana soal sengketa wilayah perairan itu menjadi salah satu agenda utama yang dibahas.
Dalam pertemuan itu Kerry mendesak China dan negara lainnya yang bersengketa untuk mengambil langkah sukarela semi mengurangi perselisihan dengan tetap mematuhi kode etik untuk mencari solusi atas sengketa itu.
Dikabarkan
Associated Press, Kedatangan Kerry ke Myanmar itu dilakukan karena Amerika Serikat dan negara-negara lainnya khawatir bahwa masalah sengketa wilayah perairan dapat menghambat aktivitas pelayaran dan memicu terjadinya konflik yang lebih besar.
Amerika Serikat sejak beberapa tahun belakangan menekankan bahwa menjaga perdamaian di wilayah Laut China Selatan merupakan bagian dari kepentingan nasional.
Bukan hanya itu, Kerry juga menyerukan agar semua pihak tidak melakukan tindakan yang dapat mengubah status quo, misalnya dengan merebut pulau-pulau kosong dan melakukan reklamasi lahan.
Dalam pernyataan disebutkan bahwa Kerry tidak berupaya berkonfrontasi dengan China karena tidak memiliki hak untuk itu.
Kedatangan Kerry ke forum tersebut menyusul konflik yang timbul antara China dan Vietnam yang mengerahkan rig minyak laut selama dua bulan terakhir di dekat pulau yang diklaim kedua negara.
[mel]
BERITA TERKAIT: