Kendati gencatan senjata berakhir tanpa kesepakatan, namun negosiasi masih terus dilakukan oleh delegasi Palestina dan Israel.
Gencatan senjata 72 jam yang mulai dilakukan Selasa (5/8) itu dimanfaatkan kedua negara yang dimediasi Mesir untuk menemukan kesepakatan yang lebih permanen. Akan tetapi pembicaraan berjalan alot karena kedua negara memiliki pandangan yang berbeda soal masalah Gaza.
Di satu sisi Israel menginginkan Hamas untuk melucuti senjatanya sebelum perjanjian lebih jauh dibuat. Namun Hamas menuntut agar Israel terlebih dahulu membuka blokade perbatasan dan ekonomi di Gaza.
Dikabarkan
CNN, Sekitar tiga jam sebelum gencatan senjata usai, militer Israel mengklaim bahwa negaranya mendapatkan dua roket yang dilemparkan dari wilayah Gaza. Israel menyebut tindakan itu mencederai gencatan senjata yang berlangsung.
Namun Hamas sendiri membantah telah melemparkan roket itu pada masa gencatan senjata.
Belum ditemukannya kesepakatan meningkatkan kekhawatiran bahwa serangan masih akan berlangsung di tanah Gaza.
Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Palestina pada Kamis (7/8), jumlah korban tewas sejak konflik terbuka berkecamuk sebulan terakhir, telah ada 1.888 orang tewas, 446 di antaranya adalah anak-anak. Sementara itu ada 9.804 orang yang terluka.
PBB memperikirakan bahwa setidaknya 70 persen dari korban tewas merupakan warga sipil.
[mel]
BERITA TERKAIT: