Begitu kata laporan dari badan intelejen Jerman dikutip
Associated Press pada Kamis (7/8).
Menanggapi adanya laporan itu, politisi Jerman Hans-Georg Maassen menyebut, tidak ada indikasi bahwa orang-orang itu melakukan pendekatan terorisme di Jerman.
Namun pemerintah Jerman meningkatkan peringatan mengenai adanya resiko dari kembalinya sejumlah ekstrimis dari perang sipil Suriah.
Massen menjelaskan, laporan terbaru itu menunjukkan bahwa kembalinya ekstrimis dari perang di Suriah telah berkembang menjadi masalah baru di Eropa.
Sebelumnya pada April lalu lembaga yang sama memperkirakan jumlah ekstrimis Jerman yang pergi ke Suriah sejak konflik itu pecah adalah 320 orang.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: