Dilaporkan PBB pada Jumat (1/8), pemerintah reformis saat ini berkomitmen untuk mengakhiri perekrutan dan penggunaan anak-anak dalam pasukan militernya berdasarkan perjanjiaan dengan PBB pada Juni 2012 lalu.
Kendati belum sepenuhnya diterapkan, namun sejak perjanjian itu, sebanyak 364 anak dan remaja telah dibebaskan dari pasukan pengamanan.
"(Pembebasan) merupakan langkah penting untuk mengakhiri rekrutmen dan penggunaan anak-anak di Pasukan Militer Myanmar," kata PBB dalam pernyataan yang dikutip
AsiaOne.
Hingga saat ini belum ada angka pasti yang diverifikasi mengenai berapa banyak anak yang dilibatkan dalam militer Myanmar. Pada Januari tahun ini, Myanmar juga telah melepaskan 96 anak-anak dan remaja dari pasukan militernya.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: