Resolusi itu juga yang menyerukan adanya penyelidikan internasional yang penuh, menyeluruh, dan independen atas tragedi yang menewaskan seluruh penumpang serta kru pesawat yang berjumlah total 298 orang itu.
Bukan hanya itu, resolusi yang diusulkan Australia dan didukung 15 anggota Dewan Keamanan PBB itu juga menuntut agar kelompok separatis memberikan akses ke lokasi kecelakaan serta tidak menganggu dengan mengambil puing-puing atau barang-barang milik korban.
Menyusul resolusi itu, Menteri luar negeri Australia, Belanda, bersama dengan Amerika Serikat dan diplomat lainnya menyerukan agar Rusia menggunakan pengaruhnya untuk membuat kelompok pemberontak bekerjasama dengan resolusi.
"Saya berharap Rusia sekarang akan merasakan tanggung jawabnya. Bila tidak, maka akan mendapatkan posisi yang lebih terisolasi di dunia internasional," kata Menteri Luar negeri Belanda Frans Timmermans dikabarkan
Associated Press (Selasa, 22/7).
Pemungutan suara atas resolusi itu dilakukan setelah sejumlah pihak melakukan negosiasi akhir pekan lalu, termasuk di antaranya adalah negosiasi antara Presiden Rusia Vladimir Putin dengan Perdana Menteri Australia Tony Abbott melalui sambungan telepon.
Duta Besar Rusia untuk PBB Vitaly Churkin mengaku puas dengan resolusi karena Organisasi Penerbangan Sipil Internasional dan Belanda akan memiliki peran yang lebih besar dalam penyelidikan tragedi tersebut ketimbang Ukraina.
"Kami tidak bisa sesederhana membiarkan Dewan Keamanan mendukung Ukraina untuk memimpin penyelidikan karena kami tidak memiliki kepercayaan pada keinginnya untuk melakukan penyelidikan yang benar-benar objektif," jelas Churkin.
[mel]
BERITA TERKAIT: