Dikabarkan
Asia One (Senin, 21/7), politisi serta media di negeri kincir angin itu lebih memilih untuk menahan diri dan menghindari untuk memunculkan emosi publik.
"Seluruh warga Belanda berkabung secara mendalam," kata Perdana Menteri Mark Rutte.
"Ini adalah salah satu bencana udara terburuk dalam sejarah Belanda," sambungnya.
Diketahui, warga negara Belanda menjadi korban terbanyak dalam tragedi jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 pekan lalu. Dari total korban berjumlah 298 orang, 193 di antaranya adalah warga negara Belanda.
Ketika pemimpin Amerika Serikat dan Eropa lainnya segera menuntut penyelidikan internasional dan menuduh pihak lain soal penembakan jatuh pesawat tersebut, Belanda justru lebih memilik untuk mengabil pendekat yang berbeda.
"Jika saya membenturkan tinju saya ke meja saat ini, maka saya mengurangi kemungkinan bagi Belanda dan semua yang mendukung kami mendapatkan fakta di atas meja," jelasnya.
Media-media Belanda baik cetak maupun elektronik secara umum memberitakan kabar terbaru yang bersifat faktual soal tragedi MH17 dan menghindari berita-berita yang menuduh atau menyalahkan pihak lain. Bahkan di depan Kedutaan Besar belanda di Kiev diletakkan sejumlah karangan bunga sebagai bentuk simpati.
[mel]
BERITA TERKAIT: