Rusia Kembali Buka Basis Mata-mata Era Soviet di Kuba

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Kamis, 17 Juli 2014, 09:27 WIB
Rusia Kembali Buka Basis Mata-mata Era Soviet di Kuba
bbc
rmol news logo Rusia dan Kuba sepakat untuk membuka kembali basis pendengaran elektronik di kepulauan Karibia yang pernah digunakan oleh Uni Soviet untuk memata-matai komunikasi Amerika Serikat selama Perang Dingin.

Menurut keterangan pemerintah Rusia, dikabarkan BBC (Rabu 16/7), pembukaan kembali basis Lourdes yang terletak yang terletak di Havana, sekitar 250 km dari pantai Amerika Serikat itu dilakukan setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengunjungi Kuba pekan lalu dan membuat kesepakatan dengan Presiden Raul Castro.

Selain membuka kembali basis mata-mata itu, dalam kunjunganya, Putin juga sepakat untuk menghapus 90 persen hutang Kuba kepada Uni Soviet. Jumlah hutang yang dihapuskan adalah senilai 32 miliar dolar AS.

Perlu diketahui, basia Lourdes yang ditutup oleh Putin pada tahun 2001 lalu pertama kali dioperasikan pada tahun 1967. Basis tersebut  memberikan data-data intelejen bagi Uni Soviet. Selain itu basis juga menangani komunikasi rahasia angkatan laut Uni Soviet.

Pada masa Uni Soviet, ada sekitar tiga ribu pakar yang dipekerjakan di basis tersebut. Namun pasca keruntuhan Uni Soviet, sekitar tahun 1990an, Rusia mengurangi sekitar setengah dari jumlah staf itu. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA