Kedua jurnalis tersebut adalah karyawan saluran televisi milik negara Rusia yang tewas pada Juni lalu karana terkena tembakan mortir ketika bertugas di kota Luhansk, Ukraina.
Dalam sebuah pernyataan pada Rabu (9/7), Komite Investigasi Rusia menyebut bahwa Savchenko diduga memberikan petunjuk kepada pasukan Ukraina mengenai keberadaan wartawan serta warga sipil lainnya yang berada di daeah yang dikuasai oleh pemberontak.
Penyidik menyebut, Savchenko merupakan seorang perwira Ukraina. Namun ia mengambil cuti untuk ikut bergabung dalam batalion sukarela untuk membantu meredam ketegangan di wilayah timur Ukraiana.
Dikabarkan
Al Jazeera, wanita berisa 31 tahun itu saat ini berada di pusat penahanan di Rusia.
Rusia menyebut, Savchenko sempat menyeberang ke perbatasan tanpa dokumen dan dengan kedok sebagai pengungsi. Belum diketahui alasannya masuk ke Rusia.
Ukraina sendiri mengingkatkan peringatan atas menghilangnya Savchenko dan Kementerian Luar Negeri Ukraina siap memberikan nota protes.
[mel]
BERITA TERKAIT: