Capres Afganistan Protes, Perhitungan Suara Penuh Kecurangan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Kamis, 19 Juni 2014, 11:20 WIB
Capres Afganistan Protes, Perhitungan Suara Penuh Kecurangan
rmol news logo Kandidat presiden Afganistan Abdullah Abdullah menuntut agar penghitungan suara hasil pemilu dihetikan segera.

Abdullah menyatakan, ia tidak lagi percaya kepada para pejabat penyeleggara pemilu karena banyak kecurangan yang menguntungkan pesaingnya, Ashraf Ghani.

"Kami meminta pengawas-pengawas kami untuk meninggalkan kantor mereka," kata Abdullah seperti dikutip BBC (Rabu, 18/6).

Abdullah sendiri meraup suara terbanyak dalam pemilu putaran pertama Afganistan April lalu. Namun karena tidak memenuhi syarat suara mayoritas, maka digelar pemilu putaran kedua Sabtu pekan lalu dengan hanya dua kandidat yang bersaing.

Lebih lanjut Abdullah menemukan, sejumlah pengawas internalnya ada yang mendapatkan serangan dengan cara dipukuli dan ditahan. Mereka baru dilepaskan pada Selasa lalu (17/6).

Abdullah menuding, Presiden Hamid Karzai tidak bersikap netral dan mengabaikan pemilu. Pasalnya ia mengaku tidak pernah mendapatkan klarifikasi mengenai jumlah pemilih.

"Proses penghitungan harus berhenti segera dan jika itu berlanjut, maka (hasilnya) akan tidak punya legitimasi," lanjut mantan Menteri Luar Negeri itu sambil menambahkan bahwa bukti awal yang dikumpulkan timnya menunjukkan banyak indikasi kecurangan.

Hasil penghitungan suara pemilu Afganistan tersebut dijadwalkan dirilis bulan Juli mendatang.
 
Rivalnya Ghani yang juga merupakan mantan ekonom Bank Dunia belum memberikan komentar apapun terkait tudingan Abdullah tersebut. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA