KTT yang akan berlangsung selama empat hari ke depan itu digelar oleh Menteri Luar Negeri Inggris William Hague dan Utusan Khusus PBB Angelina Jolie.
Acara tersebut merupakan hasil dari kampanye untuk meningkatkan kesadaran masalah seksual dalam perang yang telah dilakukan selama dua tahun terakhir.
Hague menilai, pemerkosaan merupakan salah satu kejahatan besar yang masih terjadi di zaman modern ini.
Ia juga telah meminta 140 negara yang menghadiri pertemuan itu untuk memasukan masalah tindakan melawan kekerasan seksual ke dalam pelatihan militer negara.
Sejumlah negara yang mengambil bagian dalam acara tersebut antara lain adalah negara-negara di mana kekerasan seksual pada skala besar pernah terjadi, seperti Bosnia, Republik Demokratik Kongo, dan Somalia.
"Apa yang kami coba lakukan minggu ini adalah menyetujui protokol internasional yang baru yang menetapkan standar untuk mendokumentasikan dan menyelidiki kejahatan-kejahatan ini, sehingga orang tahu bahwa dalam banyak kasus keadilan akan dilakukan dan kejahatan ini tidak dapat dilakukan dengan impunitas," kata Hague seperti dilansir
BBC.
Diketahui Hague dan Jolie meluncurkan kampanye dan mendeklarasikan komitmen untuk mengakhiri masalah kekerasan seksual dalam konflik.
Digelarnya KTT tersebut bertujuan untuk mengambil langkah konkrit atas kampanye yang telah dijalankan.
Karena Hague menilai bahwa masalah kekerasan seksual dalam konflik terlalu lama menjadi isu yang tabu.
"Sudah saatnya menyingkirkan stigma dan rasa malu yang melekat padanya (korban)," tutup Hague.
[mel]
BERITA TERKAIT: