Demikian dikatakan Dubes RI untuk Jepang, Dr. Yusron Ihza Mahendra, LLM, saat bertemu dengan Ketua Keidanren, Mr. Hiromasa Yonekura, di Gedung Keidanren, Tokyo (Kamis, 27/2). Keidanren merupakan asosiasi kalangan usaha Jepang yang beranggotakan 1.300 perusahaan besar dan 121 asosiasi industri terkemuka Jepang. Lembaga ini memiliki pengaruh yang besar sebagai mitra Pemerintah Jepang dalam merumuskan kebijakan ekonomi negara ini.
Dubes Yusron menguraikan berbagai kemajuan ekonomi Indonesia paska krisis keuangan 1997, dan menggarisbawahi bahwa hubungan kerjasama kedua negara juga terus meningkat. Ia juga menekankan pentingnya kerjasama kedua negara di bidang infrastruktur tenaga listrik di Indonesia, termasuk rencana pembangunan Pembangkit Listrik di Jawa Tengah.
Dubes Yusron menyampaikan komitmen Indonesia untuk dapat segera mewujudkan program strategis tersebut.
Kedua pihak juga membahas mulai menggeliat kembalinya perekonomian Jepang di bawah kebijakan ekonomi “Abenomics†dari Perdana Menteri Shinzo Abe. Mr. Yonekura menguraikan berbagai upaya Jepang dalam mendorong kerjasama ekonomi di tingkat regional dan global, antara lain dalam kerangka perundingan perdagangan bebas TPP (Trans Pacific Partnership) dan RCEP (Regional Comprehensive Economic Partnership).
"Indonesia dinilai memiliki peranan penting dalam kerjasama internasional, antara lain melalui Keketuaan Indonesia pada APEC tahun 2013," ujar Yusron.
Oleh karena itu, diharapkan dukungan Indonesia bagi penguatan kemitraan kedua negara dalam menyongsong Komunitas ASEAN 2015 dan visi APEC 2020. Jepang juga berkomitmen untuk terus meningkatkan investasinya di Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya khususnya di bidang pembangunan infrastruktur.
Pertemuan diakhiri dengan penegasan komitmen kedua pihak untuk saling mendukung dan bekerjasama erat guna terus meningkatkan hubungan baik kedua negara.
[rus]
BERITA TERKAIT: