Pertemuan tersebut dilakukan untuk membahas masalah penerapan hak asasi manusia di China, terutama terkait upaya Tibet untuk mendapatkan otonomi wilayah yang lebih besar. Ini pertemuan ketiga Obama dengan Dalai Lama, setelah sebelumnya pada Februari 2010 dan Juli 2011. Gedung Putih melihat Dalai Lama sebagai pemimpin keagamaan dan kebudayaan yang dihormati masyarakat internasional.
Jurubicara bagi Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih, Caitlin Hayden menyebut bahwa AS mengakui Tibet sebagai bagian dari China. AS tidak mendukung kemerdekaan Tibet, tapi mendukung pendekatan Dalai Lama untuk mendapatkan otonomi lebih dari China.
"Kami memperhatikan keberlanjutan ketegangan dan situasi buruk penegakkan hak asasi manusia di wilayah Tibet China," kata Hayden seperti dilansir dari
Reuters.
"Kami akan melanjutkan pemerintah China untuk melanjutkan dialog dengan Dalai Lama atau perwakilannya tanpa prasyarat dengan tujuan untuk mengurangi ketagangan," jelasnya.
Dalai Lama tengah berada di Washington sejak Kamis (20/2) untuk menggelar pertemuan dengan organisasi konservatif, American Enterprise Institute.
[wid]
BERITA TERKAIT: