Pengusiran tersebut telah diumumkan oleh Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Minggu (16/2). Ketiga diplomat AS yang diusir itu adalah Breeann Marie Mccusker, Elsen dan Clark Krisstofer Jeffrey Gordon Lee. Mereka diberikan waktu 48 jam untuk meninggalkan Venezuela.
Pengusiran tersebut, menurut keterangan Menteri Luar Negeri Venezuela, Elias Jaua Milano, seperti disampaikan oleh Kedutaan Besar Venezuela di Indonesia, dilakukan karena para diplomat AS telah melakukan intervensi demi memicu destabilisasi di negara tersebut.
Ketiganya, menurut pernyataan Elias Jaua, telah secara aktif terlibat dalam organisasi serta mendukung kelompok-kelompok yang berupaya menciptakan kekerasan di Venezuela.
Sejak bulan-bulan terakhir tahun 2013 dan awal tahun 2014, lanjutnya, para diplomat AS tersebut telah melakukan kunjungan ke sejumlah universitas swasta di Venezuela.
Dengan dalih menawarkan program pengiriman visa, para diplomat tersebut justru menutupi kontak yang mereka lakukan dengan para pemimpin oposisi untuk menjaring anak-anak muda yang kemudian dilatih, didanai, dan dibantu membentuk organisasi anak muda yang mendukung kekerasan di Venezuela.
Dalam keterangan juga disebutkan bahwa Venezuela menghargai solidaritas dan ekspresi yang ditunjukan oleh berbagai negara di dunia. Selain itu, Venezuela juga menyampaikan seluruh mekanisme internasional atas ancaman, kendala, dan intervensi langsung dari Presiden Barack Obama dalam kekerasan dan destabilisasi yang bertujuan untuk menciptakan krisis politik di Venezuela.
AS dan Venezuela memiliki ketegangan hubungan yang menyebabkan keduanya tidak saling menempatkan duta besar di ibukota masing-masing negara sejak tahun 2010.
[ald]
BERITA TERKAIT: