Inggris Enggan Komentar Anjing Khususnya Ditahan Taliban

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Jumat, 07 Februari 2014, 15:32 WIB
Inggris Enggan Komentar Anjing Khususnya Ditahan Taliban
anjing khusus/net
rmol news logo Kelompok Taliban di Afganistan mempublikasikan sebuah video singkat berisi penahanan seekor anjing yang diduga milik pasukan khusus Inggris.

Dalam video berdurasi satu menit 24 detik tersebut, terlihat sejumlah orang bersenjata menggiring seekor anjing yang ditangkap dalam serangan NATO yang gagal di Afganistan.

Anjing berwarna cokelat tersebut dilaporkan bernama Colonel. Ia menggunakan jaket khusus anti peluru di badannya. Sementara lehernya terikat rantai dan digiring oleh seseorang dari kelompok tersebut.

Media Inggris, Daily Mail pada Jumat (7/2) menyebut bahwa anjing tersebut diperkirakan milik pasukan khusus Inggris. Kemungkinan ia adalah miliki pasukan khusus udara (Special Air Service) atau atau pasukan khusus air (Special Boat Service).

Salah seorang jurubicara Kementerian Pertahan Inggris enggan mengomentari penangkapan anjing tersebut.

"Kami tidak mengomentari aktivitas pasukan khusus. Kita tidak bisa mengkonfirmasi kewarganegaraan hewan," kata jurubicara yang tak disebutkan namanya tersebut.

Dalam video terlihat seorang anggota memegang alat pelacak berupa GPS yang berada pada seragam anjing tersebut. Selain GPS, seragam anjing juga dilengkapi dengan obor dan kamera video yang digunakan untuk menangkap materi pengintai di medan perang.

Anjing merupakan hewan yang telah digunakan oleh Angkatan Bersenjata Inggris sejak Perang Dunia Pertama. Pada awalnya, anjing hanya digunakan sebagai pembawa pesan.

Hingga saat ini sekitar 11.000 anjing dilatih oleh Angkatan Bersenjata Inggris untuk mengendus obat-obatan, membantu pencarian dan penyelamatan korban dalam bencana, serta mencari bangunan yang mencurigakan sebelum pasukan masuk.

Selain itu, anjing-anjing tersebut juga dilatih untuk bisa diterjunkan ke medan perang menggunakan parasut khusus. Mereka juga dilatih untuk menyerang orang-orang bersenjata. Namun paling umum digunakan dalam medan perang adalah untuk mengendus bahan peledak atau menjelajahi wilayah serta mengirim gambar dari kamera yang dipasang di kepalanya.

Indra penciuman anjing-anjing tersebut 40 kali lebih kuat daripada seorang prajurit. Sehingga mereka mampu mengendus musuh dari jarak hingga dua mil.

Pihak Taliban dalam video singkatnya tersebut menyebut bahwa anjing khusus itu ditangkap setelah ia tersasar ke wilayah musuh dalam serangan NATO di provinsi Laghman Timur pada bulan Desember. Selain anjing, kelompok tersebut juga menunjukkan sejumlah senjata yang direbut, termasuk senapan dan geranat tangan.

Seorang jurubicara Taliban mengatakan: 'Anjing ini sangat penting bagi Amerika. Setelah kami mendapat anjing ini, Amerika mencoba yang terbaik untuk mendapatkan kembali tetapi mereka tidak berhasil,' sebutnya.

Tahun lalu, Kementerian Pertahanan Inggris menyebut bahwa terdapat empat anjing tewas dalam operasi di provinsi Helmand Afganistan sejak Maret 2011, termasuk dua di antaranya adalah anjing jenis labrador. Salah satu dari empat anjing tersebut mati setelah ditembak oleh Taliban.

Pada tahun 2005 dalam Perang Irak, salah satu anjing tewas ketika ia mendeteksi penyergapan yang tidak berhasil dideteksi oleh prajurit sekalipun telah menggunakan kacamata khusus yang dapat melihat di dalam kegelapan.

Selain itu anjingn juga digunakan dalam operasi Angkatan Amerika Serikat SELAS pada penyerbuan tempat persembunyian Osama Bin Laden tahun 2011.

Penggunaan anjing dalam aktivitas militer tersebut memicu kemarahan dari aktivis hewan. Salah satu kelompok pecinta hewan, People for the Ethical Treatment of Animals (Peta) menyebut bahwa anjing bukan merupakan alat perang.

"Anjing bukan alat ataupun inovasi dan bukan hak kita untuk menggunakannya dan membuangnya seperti amunisi kosong," kata kelompok tersebut. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA