Publik Internasional Bersimpati pada Korban Sinabung

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Senin, 03 Februari 2014, 13:28 WIB
Publik Internasional Bersimpati pada Korban Sinabung
foto: net
rmol news logo Salah satu erupsi terbesar Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, terjadi pada Sabtu lalu (1/1) setelah empat bulan terus menerus dalam status tidak aman.

Kejadian yang menewaskan sedikitnya 15 orang itu mengundang simpati dari masyarakat dunia. Salah satu kantor berita berbasis di Inggris, Daily Mail, memberitakan erupsi Sabtu itu secara dramatis.

Pada berita berjudul "Volcano eruption kills at least 16 people in Indonesia as ash is sent spewing several miles into the air" yang dipublikasikan Sabtu (1/2) dan diperbaharui pada Minggu (2/2), Daily Mail menyertakan sejumlah foto ketika erupsi terjadi.

Dalam pemberitaan disebutkan bahwa 16 orang tewas setelah terkena semburan abu vulkanik yang keluar ketika erupsi tiba-tiba saja terjadi. Para korban tewas tersebut ditemukan dalam kondisi tertutup gumpalan abu tebal.

Erupsi terjadi selang sehari setelah hampir 14.000 penduduk yang tinggal di luar zona bahaya diperbolehkan pulang ke rumahnya oleh otoritas terkait, karena aktivitas vulkanik Sinabung diprediksi menurun.

Sinabung telah mengalami erupsi secara sporadis sejak September tahun lalu. Lebih dari 30.000 orang dievakuasi di sejumlah tenda pengungsian, bangunan sekolah ataupun fasilitas publik lainnya yang dinilai aman.

Terhadap pemberitaan Sinabung tersebut, sejumlah publik internasional memberikan komentar, mayoritas di antaranya menyampaikan simpati mendalam.

"Sebuah tragedi besar. Semoga para korban beristirahat dalam damai. Pikiran dan doa bagi teman dan keluarga korban, serta semua orang yang terkena dampak letusan," tulis seorang beridentitas Nini B dari London Inggris, dalam kolom komentar berita itu.

Komentar senada diutarakan oleh warga Inggris lain bernama Tony.

"Wow! Itu mengerikan. Saya tidak bisa membayangkan beridiri di depan pemandangan becana sehebat itu. Kita tidak tahu betapa beruntungnya kita di Inggris yang terhindar dari bencana alam. Tetap aman, Sumatra!" tulisnya.

"Kami sangat beruntung (karena) tidak memiliki potensi alam yang dapat merusak di dekat kita," tulis akun Merv S dari Toronto, Kanada.

Akun dengan nama Meupnorth dari Inggris juga menyampaikan simpatinya atas bencana alam tersebut.

"Memilukan. Sedih (terlihat) dari beberapa dari foto-foto. Bencana alam bisa kejam," tulisnya.

Selain simpati, ada juga komentar yang mengkritisi kejadian tersebut.

"Gunung berapi kadang tenang beberapa saat sebelum erupsi besar. Mengherankan bahwa vulkanologis Indonesia tidak mengetahui hal ini dengan dokumentasi yang baik. Simpati saya bersama dengan orang-orang di wilayah tersebut," tulis akun Allangre dari Mansfield, Inggris. [ald]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA