"Mereka ditembak di dada dan kepala. Mereka tewas seketika," kata sumber keamanan di Irak, yang menolak disebutkan namanya, dengan alasan keamanan, sebagaimana dilansir
Reuters (Minggu, 6/10).
Hingga kini, belum ada satu pun kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan maut yang terjadi di kota Mosul Utara, Provinsi Niniwe tersebut. Gubernur Provinsi Niniwe, Atheel al-Nujaifi mengutuk keras pembunuhan dua wartawan itu.
"Ini (penembakkan) bertujuan untuk memberangus suara rakyat, suara kebenaran," tegasnya.
Selain Suriah, Irak dianggap salah satu negara paling berbahaya bagi wartawan. Menurut Kelompok Jurnalisme Kebebasan Baghdad, sebanyak 261 wartawan telah tewas dan 46 lainnya diculik sejak tahun 2003 atau sejak Amerika Serikat menginvasi Irak
.[wid]
BERITA TERKAIT: