USA Today melansir dua orang tersebut bernama Dias Kadyrbayev (19) dan Azamat Tazhayakov (19). Mereka warga Kazakhstan yang tinggal di New Bedford, Massachusetts, Amerika Serikat dengan menggunakan visa pelajar.
Pada hari Kamis (8/8), mereka didakwa telah bersekongkol untuk menghalangi penyelidikan kasus bom Boston Marathon. Jika terbukti bersalah, mereka dapat dijatuhi hukuman 25 tahun penjara dan dideportasi.
Pada 18 April, Jaksa mengatakan Kadyrbayev dan Tazhayakov melihat foto dari Tsarnaev bersaudara yang disebarkan Biro Investigasi Federal (FBI) terkait kasus pengeboman di Boston.
Kadyrbayev menerima pesan singkat dari Dzhokhar Tsarnaev agar dia datang ke apartemennya, membuang ransel milik miliknya dari kamar dan melemparkannya ke tempat sampah.
Kadyrbayev dan Tazhayakov pergi ke asrama Tsarnaev di Pine Dale Hall untuk kemudian membuang laptop Tsarnaev dan ransel yang berisikan kembang api. Mereka juga menemukan Vaseline, yang menurut Kadyrbayev digunakan Tsarnaev untuk membuat bom.
Mereka sengaja membuang barang-barang bukti itu ke tempat sampah saat mereka tahu truk pengangkut sampah akan datang membersihkan tempat sampah mereka pada 19 April.
Pada tanggal 25-26 April, lebih dari 30 agen FBI menghabiskan waktu selama dua hari untuk mencari ransel tersebut.
[ald]
BERITA TERKAIT: