Sang Menkeu dianggap gagal mengendalikan kementerian yang dipimpinnya sehingga skandal keuangan itu terjadi.
Tehran Times edisi Senin (24/10) melaporkan semacam Badan Kehormatan di DPR Republik Islam Iran telah menerima gugatan
impeachment terhadap Menteri Ekonomi dan Keuangan Shamseddin Hosseini hari Minggu (23/10). Usul
impeachment Hosseini ditandatangani 28 anggota DPR.
Selain Hosseini, Menteri Energi Majid Namjou juga menghadapi ancaman serupa. Usul penggulingan Majid ditandatangani 51 anggota DPR. Namjou dianggap tidak memiliki kemampuan yang memadai, tidak memiliki perencanaan yang baik. Anggota parlemen juga mengecam keterlambatan pembangunan sebuah bendungan.
Bulan Maret lalu Namjou juga di
-impeach DPR. Namun kala itu ia selamat setelah sebanyak 102 dari 209 anggota parlemen menolak impeachment. 101 mendukung impeachment itu dan enam lainnya abstain.
Sebegitu penting peristiwa ini, berita
impeachment kedua menteri tersebut ditempatkan di sisi kanan bagian atas halaman muka Tehran Times, berdekatan dengan berita utama mengenai keinginan kelompok Islam memenangkan pemilihan umum di Tunisia dan berita mengenai gempa di kota Van, Turki, yang diperkirakan menewaskan lebih dari seribu orang.
Selain itu, berita tentang janji Dewan Transisi Nasional menggunakan hukum syariah di Libya, dukungan kelompok Islam terhadap gerakan Occupy Wall Street di New York, dan usaha pembunuhan seorang menteri di Afghanistan yang gagal serta opini yang ditulis Hojatollah Joodaki mengenai bahaya sektarianisme di Mesir dimuat pada bagian bawah halaman muka
Tehran Times.
[guh]
BERITA TERKAIT: