"Rumah sakit menerima banyak pasien, persediaan obat-obatan menurun dan sangat membutuhkan oksigen," ujar ICRC dalam sebuah pernyataannya sebagaimana dikutip
BBC (Minggu, 2/10).
Namun tim yang membawa perlengkapan obat-obatan tersebut terkendala oleh faktor keamanan. Pasalnya pasukan militer pendukung Khadafi masih menguasai sebagian kota tersebut. Padahal sebelumnya otoritas pasukan transisi Libya telah mendesak gencatan senjata selama dua hari agar tim ICRC dapat masuk ke kota itu.
Sirte merupakan tanah kelahiran Khadafi dan kota Bani Walid yang terletak bersebelahan merupakan pusat pertahanan pasukan pendukung Khadafi dalam melawan pasukan dari Dewan Transisi Nasional atau TNC. Kondisi seperti ini membuat pasukan Palang Merah harus waspada untuk masuk ke rumah sakit.
ICRC mengatakan tim membutuhkan jalur yang aman dari kedua pasukan untuk dapat memasuki perbatasan dan menjangkau RS Ibn Sina. Hal ini sangat mendesak mengingat rumah sakit tersebut telah kehabisan stok obat-obatan dan pasien yang terus bertambah setiap harinya.
[zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: