Pihak Gedung Putih mengimbau kepada para pejabat pemirintah dan rakyat Amerika Serikat untuk mempertegas kemauan dan komitmen bangsa untuk mengatasi tantangan fiskal tersebut secara bersama-sama.
Sebagaimana dilansir
BBC (Minggu, 7/8), Presiden Barack Obama juga berencana membentuk komite fiskal bipartisan. Obama juga akan meminta komitmen anggota kongres untuk secara bersama-sama memulihkan perekonomian Amerika Serikat meski ada perbedaan pandangan politik dan ideologi antara Partai Demokrat dan Partai Republik.
Turunnya rating kredit AS ini merupakan yang pertama kalinya terjadi dalam sejarah ekonomi AS dan dilihat mempermalukan pemerintahan Obama. Sebab, bisa jadi negara itu harus mengeluarkan dana lebih untuk keperluan utang pemerintahnya.
John Chambers, Kepala Komite Rating negara-negara S&P, mengkritik tata cara pemerintah AS mengelola ekonominya sehingga mencapai tingkat utang seperti saat ini. Dia menegaskan,cara yang dilakukan AS bukanlah tata kelola yang lazim dilakukan oleh negara dengan tingkat rating tinggi.
Sementara itu, China juga ikut mencibir penurunan rating Amerika Serikat. Menurut negara pemegang surat utang AS terbesar di dunia ini, Amerika Serikat telah mengalami sesuatu yang mereka sebut sebagai kecanduan utang.
Menurut China, jika Amerika Serikat tidak bisa mengurangi anggaran militer yang super besar serta anggaran kesejahteraan yang angkanya menggelembung maka bukan tidak mungkin penurunan rating akan kembali terjadi.
[wid]
BERITA TERKAIT: