Sumpah Mua'mar Khadafi itu disampaikannya ketika menyampaikan pidato melalui alat pengeras suara di Kota Zawiya, yang berhasil direbut kembali oleh pasukan setianya. Dengan kemunculan pidato yang ketiga dalam beberapa hari terakhir ini menunjukkan bahwa masih ada dukungan dari warga Zawiya kepadanya.
"Walaupun mereka memaksa saya pergi, saya tidak akan pernah meninggalkan tanah leluhur dan rakyat yang sudah berkorban untuk saya," kata Mua'mar Khadafi dalam pidatonya seperti yang dilansir BBC (Minggu, 17/7)
Dia menyampaikan pidatonya itu merespon pernyataan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton yang mengakui kalau pihak oposisi sebagai pemegang otoritas Libya yang sah. Istri mantan Presiden AS Bill Clinton ini menegaskan kalau pemerintahannya tidak lagi mengakui legitimasi pemerintahan Mua'mar Khadafi dan mengakui Dewan Transisi Nasional sebagai otoritas Libya yang sah.
Dengan pengakuan Hillary ini, AS telah mengikuti sekitar 30 negara lain yang sudah terlebih dahulu mengakui legitimasi kelompok oposisi atau Dewan Transisi Nasional sebagai pemegang otoritas yang sah di Libya. Pernyataan AS ini sangat berdampak pada miliaran dolar aset Libya yang dibekukan di AS, bisa dicairkan untuk kemudian digunakan oleh para pemberontak.
[dry]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: