"Saya kira dia seorang warga Jepang karena namanya mirip dengan nama Jepang. Saya tidak menyadari kalau dia warga asing," ujar Naoto Kan seperti dilansir
BBC, Jumat (11/3).
Kendati demikian, Kan tetap keukeuh untuk mempertahankan jabatannya. Ia berkelit, hukum Jepang melarang praktek tersebut hanya jika dilakukan secara sadar. Ia juga berencana untuk mengembalikan sumbangan itu jika sudah ada kepastian bahwa orang tersebut adalah warga asing.
Hari Minggu (6/3) Menteri Luar Negeri Jepang Seiji Maehara sudah mengundurkan diri setelah mendapat kecaman karena kasus serupa, menerima uang dari seorang warga asing.
Jepang telah menerapkan pelarangan bagi politisi untuk menerima sumbangan dari warga asing yang bertujuan untuk mencegah negara-negara asing mempengaruhi politik dalam negeri Jepang.
[ald]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: