Komisi IV: Kita Bisa Menyetop Impor Bawang Putih
| Rabu, 25 April 2018, 08:57 WIB
Titiek Soeharto/Humas DPR

Kementerian Pertanian seyogyanya memenuhi seluruh kebutuhan yang diperlukan petani bawang putih demi tercapainya swasembada di tahun 2021.
"Kami Komisi IV DPR meminta kepada pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian dalam hal ini yang hadir di sini yaitu dirjennya, agar mencatat keperluan dan bantuan-bantuan yang diberikan kepada petani untuk lebih ditingkatkan lagi, demi terwujudnya swasembada," kata Titi sapaan akrabnya usai pertemuan Tim Kunjungan Kerja Panja Bawang Putih Komisi IV DPR dengan jajaran Dinas Pertanian, PT. Pupuk Indonesia serta sejumlah petani bawang putih di Desa Glapansari, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Kamis (19/4) pekan lalu.
Bukan hanya bantuan, politisi Golkar itu turut meminta Balitbang dan Kementan untuk melihat wilayah-wilayah di seluruh Indonesia yang potensial dan layak untuk ditanami bawang putih.
"Impor bawang putih di tahun 2017 itu besarnya mencapai 550 ribu ton sedangkan kita hanya mampu menghasilkan sekitar 20 ribu ton, ini sangat keterlaluan. Padahal wilayah kita di Indonesia sangat luas. Saya yakin pasti banyak yang mampu memproduksi bawang putih, bukan hanya di Temanggung. Oleh karena itu, Litbangnya harus aktif dan mampu memproduksi bibit unggul agar petani bawang putih kita sejahtera," terangnya.
Lebih lanjut Titi berpesan, bukan hanya bawang putih, impor apapun sebenarnya diperbolehkan asal jumlahnya tidak terlalu besar sehingga berdampak pada kesejahteraan petani.
"Ini tinggal kemauan daripada pemerintah untuk bagaimana kita bisa menghentikan impor dan dapat terus mendorong petani bawang putih di seluruh Indonesia agar bisa memproduksi bawang putih sendiri," imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Sayuran dan Tanaman Obat Dirjen Holtikultura Prihasto Setianto menyampaikan, pada APBN 2017 sudah disiapkan bantuan benih dan paket bantuan usaha sarana dan produksi (saprodi).
"Untuk benih nilainya 60 juta/hektar sedangkan untuk saprodinya sebesar 20 juta/hektar," ucapnya.
Sementara terkait harga, bulan Januari lalu telah ada kesepakatan antara pemerintah daerah dengan Kementan. Sebanyak tiga kabupaten yakni Temanggung, Lombok Timur dan Magelang yang lahannya secara keseluruhan ditanami bawang putih turut dilibatkan dalam membahas masalah harga.
[wid/***]