Komisi VII Dalami Kebocoran Pipa Minyak Di Teluk Balikpapan
| Kamis, 12 April 2018, 09:44 WIB
Gus Irawan Pasaribu/Humas DPR

Komisi VII DPR menyesalkan terjadinya kebocoran pipa minyak Pertamina di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur pada Sabtu (31/3) lalu.
Ketua Komisi VII DPR, Gus Irawan Pasaribu mengatakan, dampak atas kejadian itu bukan hanya kepada kehidupan biota laut ataupun flora fauna yang ada, tetapi telah menyebabkan jatuhnya korban manusia meninggal dunia.
"Oleh karena itulah, Komisi VII merasa penting untuk datang melihat langsung guna mengetahui permasalahannya, dan solusinya ke depan seperti apa," tegas Gus Irawan di Balikpapan, Kaltim, Senin (9/4) lalu.
Menurut dia, seharusnya hari itu Komisi VII DPR melakukan rapat kerja dengan Menteri Ristekdikti, namun terpaksa harus ditunda. Komisi VII merasa peristiwa kebocoran pipa Pertamina di Teluk Balikpapan itu sangat penting untuk segera mendapatkan perhatian.
"Kami bersepakat untuk mendalami persoalan ini. Kami ingin tahu apa solusi yang ingin diambil terkait dengan kejadian ini, supaya tidak terulang. Dan apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki lingkungan yang rusak, serta bagaimana bantuan kepada korban yang jatuh baik meninggal maupun kepada para nelayan yang tidak bisa melaut untuk memenuhi kebutuhan hidupnya," ujarnya.
Hingga hari ketiga pasca kejadian belum ada yang merasa bertanggung jawab atas musibah itu.
"Baru pada hari ke empat setelah kejadian, pengakuan itu ada. Saya membayangkan selama tiga hari sejak kejadian itu tidak melakukan apa-apa karena mereka tidak merasa bertanggung jawab," imbuhnya.
Sebelumnya pihak Pertamina sendiri membantah dengan menyatakan bahwa kejadian tersebut bukan diakibatkan oleh bocornya pipa bawah laut milik perseroan.
Meski tidak ingin mencampuri proses hukum itu, tegas Gus Irawan, Komisi VII ingin memastikan bahwa proses hukum tetap berjalan, begitu pula dengan proses rehabilitasi yang terkait dengan kerusakan lingkungan yang ditimbulkan.
[wid/***]