Ketua DPR Dorong Inspirasi Kreatif Sesuai Budaya Pancasila
Laporan: | Kamis, 12 April 2018, 08:33 WIB

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menilai kebudayaan seharusnya memberikan inspirasi kreatif bagi pemerintah sehingga produk politik, hukum, ekonomi, sosial dan lainnya diproduksi sesuai nilai-nilai budaya Pancasila.
Menurutnya, kebudayaan saat ini masih identik dengan pertujukan seni atau hiburan semata karena dianggap sebelah mata oleh banyak kalangan.
"Kebudayaan harusnya diposisikan sebagai sistem nilai yang mendasari penyusunan kebijakan bangsa dan negara. Dan kebijakan itu harus mempertimbangkan karakter masyarakat Indonesia agar lebih berbudaya dan beradab di tengah maraknya radikalisme serta terorisme," papar Bambang kepada wartawan, Kamis (12/4).
Politisi Partai Golkar itu menuturkan, kebudayaan harus mempunyai ideologi dan diatur dalam kebijakan.
"Bisa dikatakan saat ini bangsa kita masih kering mengusung kebudayaan dan peradaban yang sesuai nilai-nilai Pancasila. Menjadi tugas penting bagi kita semua untuk memberi ruh, terutama kepada para pemimpin bangsa kita," jelas Bambang.
Dia juga menilai banyak pihak masih bekerja dengan mengedepankan ego sektoral dan tidak mengisi ruang kosong. Sehinggga rasa kekeluargaan berkurang dan terjadi pertarungan politik tanpa adab serta saling menyerang.
"Kebudayaan Indonesia sangat beragam. Seharusnya, kita bisa bersikap saling menghormati, menghargai, toleransi dan bersama-sama dalam membangun bangsa dan negara. Tapi, faktanya kita terus konflik, ego sektoral diutamakan, korupsi merajalela serta memarjinalisasi pihak yang kalah," beber Bambang.
Untuk itu, mantan ketua Komisi III tersebut mengingatkan bahwa saat ini bangsa Indonesia sedang mengalami revolusi informasi yang luar biasa. Masyarakat tengah diserang teknologi atau proxy war, di mana yang diserang adalah alam pikir serta perilaku.
"Informasi hoax banyak beredar untuk mengadu domba antar masyarakat kita sendiri. Karenanya, sangat penting bagi kita untuk mengusung serta mengimplementasikan kebudayaan peradan bangsa yang sesuai nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara," Bambang berpesan.
[mel]