Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)

Eropa Barat Dan AS Cemburu Dengan Ekspor CPO Indonesia

| Rabu, 21 Maret 2018, 09:55 WIB
Eropa Barat Dan AS Cemburu Dengan Ekspor CPO Indonesia

Nurdin Tampubolon/Humas DPR

Komisi I DPR menyesalkan terhambatnya ekspor minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya dari Indonesia oleh beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Norwegia, India, dan Uni Eropa.

"Negara-negara itu tidak senang melihat kita mendapatkan anugerah bahwa Indonesia bisa menghasilkan CPO terbesar di dunia, karena hal ini mendorong devisa negara kita," kata anggota Komisi I DPR, Nurdin Tampubolon.

Menurutnya, negara-negara di Eropa Barat dan Amerika Serikat yang memiliki produksi minyak biji bunga matahari, tidak ingin disaingi karena minyak kelapa sawit milik Indonesia yang paling murah dan paling tinggi produksinya.

"Banyak cara yang digunakan negara-negara itu, yang akhirnya menghambat ekspor. Diantaranya dengan menyebut Indonesia negara tidak subur dan tidak berwawasan lingkungan yang bagus. Sehingga hal itu menurunkan ekspor kita dan menurunkan kepercayaan dari masyarakat kepada CPO. Tetapi, hal itu tidak terjadi karena kita mempunyai daya saing yang tinggi," tambahnya.

Ketika ditanya mengenai apa yang akan dilakukan selanjutnya, Nurdin mengatakan bahwa Komisi I akan mengundang Kementerian Luar Negeri untuk membahas secara khusus terkait permasalahan ini.

"Selain itu, kita juga harus menyampaikan ke masyarakat luas bahwa produk CPO yang Indonesia miliki itu aman untuk digunakan, dan kita harus meluruskan hal-hal yang simpang siur mengenai keadaan CPO kita ini," tutup politisi Fraksi Hanura itu.[wid/***]










1xx

Kolom Komentar

Artikel Lainnya

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)