Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)

Hari Pangan Dunia, Ketua DPR Puji Kebijakan Pangan Presiden Jokowi

Laporan: | Senin, 16 Oktober 2017, 14:34 WIB
Hari Pangan Dunia, Ketua DPR Puji Kebijakan Pangan Presiden Jokowi

Setya Novanto/Humas DPR

Setiap tanggal 16 Oktober, diperingati Hari Pangan Sedunia. Peringatan ini disesuaikan dengan tanggal didirikannya Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) Perserikatan Bangsa-Bangsa, 16 Oktober 1945.

Ketua DPR RI Setya Novanto mengajak seluruh elemen masyarakat dunia meningkatkan kesadaran dan tindakan pentingnya penanganan masalah pangan seperti kelaparan,  jaminan keamanan pangan serta ketersediaan makanan bergizi.

"Adanya perubahan iklim dan perang yang terjadi di berbagai negara, telah meningkatkan  kelaparan dunia. PBB mencatat 20 juta orang lebih menghadapi kelaparan karena perang dan kekeringan di Sudan Selatan, Nigeria, Somalia, dan Yaman. Sebelumnya, UNICEF memperingatkan ada 1,4 juta anak-anak dunia berpotensi mati kelaparan tahun ini. Dunia harus melihat ini sebagai warning. Kita sudah sepakat untuk mencapai nol kelaparan pada 2030, sesuai salah satu tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang disepakati pada tahun 2015," jelas Novanto.

Novanto melanjutkan, Indonesia bersyukur mampu menghadapi perubahan iklim dengan baik. Terbukti, ancaman El Nino pada 2015 dan La Nina pada 2016 tidak ada paceklik. Bahkan produksi pangan meningkat antara lain, padi menjadi 11 persen, jagung (21,8 persen), daging sapi (5,31 persen), daging ayam (9,4 persen), dan telur ayam naik (13,6 persen).

Menghadapi situasi pangan di dalam negeri, kata Novanto, DPR juga telah mendukung penuh program Reforma Agraria dan Redistribusi Aset yang digulirkan Presiden Joko Widodo.

"Pemerintah telah menyiapkan 12,7 juta hektar lahan melalui Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, serta 9 juta hektar lahan melalui Badan Pertanahan Nasional untuk dimanfaatkan masyarakat melalui Program Reforma Agraria dan Redistribusi Aset. Program ini akan mengurangi ketimpangan struktur agraria, konflik agraria, impor pangan, kelaparan, dan kemiskinan di Indonesia," kata Novanto

Tak hanya itu, Novanto juga menyampaikan bahwa DPR juga mendukung peningkatan anggaran pangan dari Rp 67,3 triliun pada tahun 2014 menjadi Rp 103,1 triliun di tahun 2017. Peningkatan hampir 53,2 persen. Rating Food Sustainability Index (FSI) kita juga berada di rangking 16 dengan skor 53,87. Mengungguli China, Amerika Serikat, dan India.

Produksi padi nasional 2016 mencapai 79,14 juta ton, naik dari 75,39 juta ton pada 2015. Ini tertinggi sejak Indonesia merdeka, sehingga kita tak lagi mengimpor beras medium. Perbaikan irigasi sebanyak 3,05 juta hektar telah dikerjakan dalam kurun waktu 1,5 tahun dari target tiga tahun.

"Kesejahteraan petani juga naik dibuktikan dengan penurunan kemiskinan di desa sebesar 0,01 persen, peningkatan Nilai Tukar Petani sebesar 101,7 dan peningkatan Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) 109,8. Indeks Ketahanan Pangan Global naik 2,7 poin dan peringkat ketersediaan pangan Indonesia meningkat ke 66. Artinya, kebijakan pangan era Presiden Joko Widodo sudah on the track," tutup Novanto.[wid]

1xx

Kolom Komentar

Artikel Lainnya

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)