Peredaran Narkoba Di Papua Butuh Penanganan Khusus
Laporan: Widian Vebriyanto | Senin, 09 Oktober 2017, 10:40 WIB

Indonesia butuh penanganan khusus dalam mengatasi peredaran narkoba, terutama di wilayah Papua.
Anggota Baleg, Khatibul Umam Wiranu yang sempat mengunjungi daerah perbatasan di Jayapura bahkan meminta agar personil TNI dan Polri ditambah guna menangkal masuknya narkoba
"Karena, menurut Wakapolda, peredaran narkoba banyak ditemukan masuk lewat laut," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin (9/10).
Perlu ada tindakan yang lebih tegas di daerah perbatasan, seringkali atas nama persaudaraan seperti di perbatasan Jayapura dan Papua Nugini, lalu lintas masuk orang agak longgar.
Selain itu, perlu adanya regulasi yang mengatur tradisi masyarakat terhadap miras, karena hal itu masih erat kaitannya dengan narkoba. Politisi F-Demokrat ini juga mengapresiasi kinerja Kepala BNN yang berhasil mendeteksi peredaran narkoba melalui tiang pancang dengan jumlah yang fantastis.
"Memang Papua menjadi salah satu perbatasan yang sangat krusial untuk memasukkan barang haram ini, terlebih persoalan personil masih sangat terbatas. Kita akan sampaikan kepada pimpinan BNN dan Komisi III," tutupnya.
Sementara itu, Kepala BNNP Bambang BS mengatakan, perlu tambahan personel untuk mencegah peredaran narkoba di Papua ini.
"Anda bisa bayangkan, dari 29 Kabupaten Kota, Baru ada 2 Kantor BNN, di Jayapura dan Mimika. Minimal kami mengajukan tambahan 3 kantor BNN di daerah yang rawan perederan narkoba," terangnya.
[ian/***]